Tuesday, 20 September 2011

UNTL versos UNMIT

SENAT KEMAHASISWAAN - UNTL

Petisi Mahasiwa

No. 05 / PM / CSE-UNTL / IX / 2011


A. Pendahuluan
Sejarah dan evolusi Republik Demokrat Timor – Leste menunjukan bahwa, Negara ini didirikan diatas darah dan tulang rakyat sendiri, melalui suatu proses perjuangan yang panjang dengan mengorbangkan lebih dari 200.000 rakyat yang kehilangan nyawa mereka termasuk semua kekayaan, dengan prinsip ingin membebaskan diri dari kekuasaan kolonialisme dan kedudukan secara tidak sah dari negeri lain. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang datang dengan misinya UNAMET guna menfasilitasi proses jajak pendapat pada tanggal 30 agustus tahun 1999, dan selanjutnya mendirikan pemerintahan transisi (UNTAET) untuk menyediakan, mempersiapkan dan menadministrasi guna mendirikan instituisi Negara RDTL hingga hari restorasi kemerdekaan tanggal 20 mei 2002. Kontribusi PBB dimasa lalu rakyat Timor – Leste selalu mangakui dalam sejarah Timor–Leste hingga generasi yang akan datang.
Seperti warga Negara, kami semua sedang menyaksikan misi PBB di negeri kami dan di Negara lain, walaupun beberapa kesuksesan PBB yang menkontribusi pada Negara kami, tetapi adapun kelalaian dan ketidak suksesan dalam hal keadilan dan keamanan. Kami kawatir, sebenarnya misi PBB di Timor – Leste telah berakhir pada tahun 2006 yang lalu, dan mengapa diperpanjang sampai sekarang?....mungkin ini karena skenario PBB sendiri untuk menciptakan manajemen konflik antara putera daerah, agar supaya para staf PBB bisa mendapat keuntungan dari proyek PBB itu sendiri. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan perpanjangan misi penjaga perdamaian PBB di Timor Leste, untuk satu tahun ke depan. Dengan demikian, misi yang disebut dengan United Nations Integrated Mission in Timor Leste (UNMIT) itu akan bertugas di Timor Leste hingga 26 Februari 2011. Perpanjangan mandat melalui Resolusi No. 1912 (2010) itu diputuskan dengan suara bulat oleh 15 anggota Negara Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, dengan tujuan untuk memajukan perdamaian, stabilitas dan pembangunan di Timor Leste.
namun pada kenyataannya UNMIT mengimpor amunisi secara illegal ke Timor – Leste tanpa pengetahuan otoritas Negara RDTL, artinya bahwa UNMIT telah melangar existensi PBB yang telah tercantum dalam pasal 1 piagam PBB, disingkat “to maintain international peace and security”
Tujuan utama PBB adalah sebagai berikut:
a. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
b. Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan penghargaan atas persamaan hak dan penentuan nasib sendiri
c. Menciptakan kerjasama internasional dalam menyelesaikan persoalan- persoalan internasional di lapangan ekonomi, social dan kebudayaan
d. Menjadikan PBB sebagai pusat bagi penyelarasan segala tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan.
Situasi di Timor-Leste mununjukan bahwa UNMIT telah menimbulkan polemik dalam kehipuan masyarakat, contoh ini mirip seperti di negara negara somalia, irak dan Kosovo, yang sampai kini misi PBB belum berakhir, dan para staf PBB memamfaatkan misi ini sebagai proyek. Pengalaman seperti ini kami menolak untuk terjadi di Negara kami, seperti krisis politik dan militer tahun 2006 di Timor-Leste yang melibatkan beberapa staf PBB.

A. Tuntutan
Berhubungan dengan pengimporan amunisi secara illegal ke Timor-Leste, maka kami para mahasiswa Timor-Leste mengkawatirkan, sebab ini akan mengancam kedaulatan dan stabilitas nasional, dengan demikian kami mengambil sikap dengan menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
1. Kami menuntut kepada UNMIT untuk menjelaskan tujuan mengimpor amunisi ke Timor-Leste, apakah ini untuk menciptakan konflik guna memperpanjang Misi PBB di Timor-Leste, atau ada tujuan lain.
2. Kami minta kepada dewan keamanan PBB di New York untuk meninjau kembali misi PBB di Timor-Leste yang memberi kontribusi pada konflik krisis 2006. jika UNMIT tidak ingin menkontribusi pada keamanan dan pembangunan nasional, maka dewan keamanan bisa mengabil keputusan guna segera mengakhiri misi PBB di negeri kami, sebab misi PBB di Timor-Leste tidak kondusif lagi dengan situasi sekarang.
3. Minta kepada staf PBB lokal (Timorense), untuk memperkuat nasionalisme kita sebagai putera daerah, memdirikan pertahanan kita terhadap skenario politik UNMIT yang bermaksud untuk meninstabilitaskan Timor-Leste guna tetap menunduk ke PBB.
4. Meminta kepada bapak Perdana Menteri selaku menteri Pertahanan dan Keamanan untuk menunjukan fakta amunisi dua kontainer yang di impor oleh UNMIT, agar tidak menimbulkan rasa trauma ditengah masyarakat.
5. Kepada institusi F-FDTL dan PNTL serta seluruh rakyat Timor-Leste untuk mengadakan pengontrolan dengan maksimal untuk mengantisipasi aksi aksi yang mungkin akan terjadi dan mengancam kedaulatan Negara Timor-leste.
6. Kepada bapak Presiden Republik Timor-Leste, sebagai kepala Negara dan simbol persatuan nasional agar jangan menutup kelalaian UNMIT kepada publik. Begitu pula Parlamen Nasional untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap amunisi tersebut.
7. Ketika tuntutan kami tidak ada jawaban yang jelas, maka dalam jangka waktu singkat (3 hari) kami akan mengerakkan semua rakyat untuk melakukan aksi secara besar besaran dan meminta kepada dewan keamanan PBB di New York untuk mengakhiri misi UNMIT di Timor-Leste.


Hidup Republik Demokrat Timor-Leste
Hidup Rakyat Timor-Leste
Hidup Mahasiswa Timor-Leste




Dili, 19 September 2011
Dewan Senat Kemahasiwaan-UNTL
No. Nama Fakultas Tanda tangan

1 Romeo Verdial
2 Rogerio Neves
3 Abrão Saldanha
4 Afonso C. Ramos
5 Damião Pereira
6 Carolino Marqures





















Petisi ini akan disampaikan kepada:
1. Presiden RDTL
2. Perdana Menteri RDTL
3. Parlamen Nasional Timor-Leste
4. UNMIT
5. Semua Duta Besar di Timor-Leste
6. Arsip

UNTL versos UNMIT

Petição dos estudantes

Nú. 05 / PE / CSE-UNTL / IX / 2011



A. Introdução
A História e evolução da República Democrática de Timor - Leste mostrou que, este país foi construído pelo o sangue e os ossos das próprias do povo, através um longo processo de luta com o sacrifício de mais de 200.000 pessoas que perderam suas vidas, incluindo todas as riquezas, com o princípio queria libertar-se do colonialismo e ocupação illegal pelo outro país. A Organização Nações Unidas (ONU) que vem com missão UNAMET para facilitar o processo de consulta popular em 30 de agosto de 1999, e ainda estabeleceu a administração transitória (UNTAET) para fornecer, preparar e administrar a criação de instituições do estado da RDTL até a dia da restauração de independência em 20 de Maio de 2002 . Contribuições das Nações Unidas no passado o povo de Timor - Leste sempre consciente e reconhese na história de Timor-Leste para até às gerações futuras.

Como sidadãos de timorense, nós estamos observando a missão da ONU em nosso país e em outros países, apesar de alguns sucessos das Nações Unidas que contribuíram para o nosso país, mas, quanto a negligência e falta de sucesso em termos de justiça e segurança. Nós estávamos preocupados, de fato, a missão da ONU em Timor - Leste ter terminado em 2006, e porque é que prorrogado até agora ?.... isso pode ser um cenário a própria ONU para criar a gestão de conflito entre timorenses, para que o pessoal das Nações Unidas poderiam se beneficiar do projeto da ONU. O Conselho de Segurança das Nações Unidas (ONU) decidiu que a prorrogação da missão de paz da ONU no Timor Leste, para o próximo ano. Assim, a missão das Nações Unidas chamou a United Nations Integrated Mission in Timor Leste (UNMIT) será em serviço em Timor Leste até 26 de fevereiro de 2011. Prorrogação o mandato através da resolução n º. 1912 (2010) foi decidido por unanimidade pelos 15 nações membros do Conselho de Segurança das Nações Unidas na quartel em Nova Iorque, com o objectivo de promover a paz, estabilidade e desenvolvimento em Timor Leste. Mas na realidade UNMIT foi importar ilegalmente de munição para o Timor - Leste sem o conhecimento de autoridade do Estado da RDTL, significa que, UNMIT foi violar a existência da ONU que foram listados no artigo 1 º da Carta da ONU, abreviado como "manter a paz e a segurança internacionais"
Os principais objetivos da ONU é a seguinte:
  • a. Manutenção da paz e da segurança internacionais
  • b. Avanço das relações amistosas entre as nações baseadas no respeito pela igualdade de direitos e autodeterminação
  • c. Criando a cooperação internacional na solução de problemas internacionais na área de econômicos, sociais e culturais
  • d. Fazendo as Nações Unidas como um centro destinado a harmonizar as ações de todas as nações para alcançar seus objetivos.

A situação atual em Timor-Leste mostrou que, UNMIT criado a polêmica na comunidade, Este exemplo é semelhante em países como Somália, Iraque e Kosovo, à missão da ONU ainda não terminou, e seus representantes/funcionários utilizar isso missão como um projeto. Este tipo de experiência que se recusam a colocar no nosso país, como crise política e militare em 2006 em Timor-Leste que envolveu alguns funcionários da ONU.

B. Exigências
Lidar com a importação ilegal de munição em Timor-Leste, então nossos estudantes Timorense preocupou, porque este pode ser ameaçaria a nossa soberania e estabilidade nacional, assim que nós tomamos uma posição, submetendo as seguintes exigências:
  1. Exigimos a UNMIT para explicar os objetivos da importação de munição em Timor-Leste, se isso é criar o conflito, a fim de estender a missão da ONU em Timor-Leste, ou qualquer outra finalidade.
  2. Pedimos ao Conselho de Segurança da ONU em Nova Iorque para rever a missão da ONU em Timor-Leste, que contribuem para o conflito da crise de 2006. se UNMIT não quer contribuir para a segurança e de desenvolvimento nacional, em seguida, o Conselho de Segurança poderia tomar a decisão para que cessem imediatamente a missão da ONU em nosso país, para que a missão da ONU em Timor-Leste não mais propício para a situação atual.
  3. Pergunte ao funcinário local da UNMIT (timorense), para fortalecer os nossos nacionalismo como timorense, establecer a nossa defesa contra o cenário político da UNMIT que pretende para instabilizar o Timor-Leste, a fim de manter como subordinario da ONU.
  4. Perguntou para S. E. Primeiro - Ministro como o Ministro da Defesa e da Segurança para demonstrar o fato de que os dois contentores de munições importada pela UNMIT, a fim de não causar uma sensação de trauma na comunidade.
  5. A instituição das F-FDTL e PNTL, bem como todo o povo de Timor-Leste para manter o controle com um máximo de antecipar ações que podem ocorrer e ameaçam a nossa soberania de Timor-Leste.
  6. Para S. E. Presidente da República de Timor-Leste, como chefe de estado e símbolo da unidade nacional, não feche negligência da UNMIT para o público. Da mesma forma, o Parlamento Nacional para imediatamente realizar uma fiscalização da munição referido.
  7. Como as nossas exigências não são respostas claras, então no curto período de tempo (3 dias), vamos mobilizar todo o povo fazer uma acção com grande escalão, e pedir ao Conselho de Segurança da ONU em Nova Iorke para tomar medidas tanto para terminar a missão UNMIT em Timor-Leste.



Viva República Democrática de Timor-Leste
Viva O povo de Timor-Leste
Viva Universitário de Timor-Leste


Dili, 19 Setembro de 2011
Conselho Senado Estudantil-UNTL
Nú. Nome Faculdade Assinatura

  1. Romeo Verdial                         Engineering
  2. Rogerio Neves                         Economy
  3. Abrão Saldanha                       Agriculture
  4. Afonso C. Ramos                    Political Science
  5. Damião Pereira                        Economy
  6. Carolino Marqures                   Political Science


Esta petição será submetido a:
1. Presidente da RDTL
2. Primeiro - Ministro da RDTL
3. Parlamento Nacional de Timor-Leste
4. UNMIT
5. Todos embaixador em Timor-Leste
6. Arquivo

Thursday, 31 March 2011

Anti UNTAS

STATEMENTU

Nú. Ref: 001 / S / MUDS-RDTL / III / 2011


A.   Intródusaun
           Problema UNTAS kontinua sai preokupasaun hosi ami estudante Universitáriu hotu iha Timor-Leste, maske ami nia maluk sira hosi Conselho Senado Estudatil-UNTL liu hosi asaun konferénsia da imprensa  públika ona sobre  kondenadu nain 16 ne’ebé naran tama ona iha dokumentu UNTAS nian no aprezenta mós petisaun eskrita ba orgaun de soberania sira, maibé to’o ohin loron sedauk iha ema ruma mak bele resposta petisaun refere. Haree ba parte sira ne’ebé kondenadu hanesan membru UNTAS nian  rasik la-fó sira nia razaun klaru ba públiku no barak liu mak nonok hela deit to’o ohin loron, signifika katak sira ne’e involve duni hodi halo missaun UNTAS nian iha Timor-Leste. 
           UNTAS hanesan organizasaun polítika ne’ebé harii iha Kupang-Indónesia, hosi milisia Pro-Autonómia sira ne’ebé politikamente lakon ona sira nia direitu iha konsulta popular 30 de Agostu 1999. Óras ne’e dadaun Sr. Kriminozu Eurico Guterres mak  assume hela kargu hanesan Prezidente UNTAS nian, hodi halo infiltrasaun mai Timor-Leste, liu hosi sira ne’ebé mak legalmente naran fó sai ona iha sira nia dokumento rasik. Ho konteudu ne’ebé hatuur ona iha sira nia deklarasaun  yes, we will be back…! To say integration with Indonesia is good solution and forever” iha Suara Timor Militan edisi kedua.
           Defaktu sira ne’ebé naran mensiona, uluk hanesan ema autónomista, hodi oho ema no sunu Povo nia Uma. Ohin loron sira fila mai hodi aproveita deit rezultadu ukun rasik aan….maibé sira kontinua atu lori Timor-Leste fila ba dalan integrasaun ho Indónesia hanesan uluk. Atetude nune’e konsidera viola ezistensia Estado de Direitu Demokrátika no Soverania Nasional, ne’ebé hakuir ona iha konstituisaun RDTL artigu 10 no artigu 20 .


B.  Ezijénsia
      Bazeia ba petisaun no statementu ne’ebé hato’o ona  hosi ami nia kompañeru CSE-UNTL to’o óras ne’e la-hetan konsiderasaun hosi orgaun soberania sira, mak ami estudante Universitáriu sira hosi Universidade hotu iha Timor-Leste  ne’ebé sai matan, tilun no ibun ba Povo Maubere nian, mai hodi ezerse ami nia papel no funsaun hanesan ajente transformasaun  sosial hodi kontinua ekspresa ami nia ezijénsia tuir mai ne’e:
  1. Ami fó apoiu obrigatoriu ne’ebé másimu ba CSE-UNTL ne’ebé konsege hato’o ona petisaun ba orgaun soberania sira, no públika ona naran membru UNTAS nia sira ba povo tomak, tanba polítika UNTAS la’os deit afeita ba maluk estudante UNTL, maibé ba povo no nasaun Timor-Leste. Tanba ne’e ita konsidera hanesan prolema nasional.
  2. Movimentu Universitáriu ba Defeze Soverania RDTL, konsidera UNTAS hanesan grupu organizadu ka assosiasaun kriminozu, ne’ebé karegoria tama iha trafiku de influensia hodi halo traisaun hasoru patria ne’ebé independente ona.
  3. Ezijé ba orgaun soberania sira atu dezempaña ida-idak nia knaar ka kompetensia hodi prosesa no denunsia kona-ba ezistensia membru UNTAS nian iha instituisaun estadu nian hotu ne’ebé hala’o polítika hodi ameasa ita nia soberania no independénsi.
  4. ami ezije ba orgaun de soberania sira ne’ebé iha kompetensia polítika no legal atu halo lalais investigasaun ne’ebé klean ba sira nain 16 ne’ebé naran públika ona iha dokumentu UNTAS nia, no mós buka bele hatene tuir nia fontes mai hosi ne’ebé? Nia atividade iha Timor atu halo sá-ida? No Sé loos mak autór UNTAS nian iha Timor-Leste?..............ami preokupa tanba sira sei fó amiasa ba stabilidade iha rai ida-ne’e.
  5. Husu mós ba sira nain 16 ne’ebé naran públika ona hanesan membru UNTAS nian, atu ita boot sira husu diskulpa ba Povo Timor-Leste tomak inklui martires da pátria sira ne’ebé iha ona Mundu seluk, no ba deklara ita boot sira nia aan iha tribunal, tanba ita boot sira koko atu trai fali soberania no independénsia Povo nian ne’ebé sosa hodi ema nain 250.000……….resin nia ran ho ruin.
  6. Husu ba advogadu UNTAS nian sira, hanesan Sr. Pedro Aparicio no sira seluk ne’ebé halo fali deklarasaun hanesan amiasa polítika, karik advogadu sira la’os professional ba Lei nian, hodi fó ultimatu loron sanulu ba ami nia maluk sira hosi CSE-UNTL. Mai ami prontu ona atu hamotuk ho ami nia maluk sira ba hatan iha tribunal, maibé husu ba membru UNTAS nian sira atu ba hatan  uluk iha tribunal, tanba sira mak kondenadu UNTAS nian, inklui sira nia hahalok iha tempu passadu.

C.  Rekomendasaun
      Atu rekomenda mós ba públiku, liu-liu organizasaun Juventude rezistensia, Veteranos no Antigos Combatentes da libertasaun nasional hader ona ba hodi ezijé no reklama ita hotu nia direitu ba justisa, defaktu ema sira ne’e mak uluk la-apoiu independénsia no halo prátika krime grave no krime kontra umanidade ba ita nia saudozu sira ne’ebé óras ne’e ruin naklekar hela iha foho leten no mota kuak sira.
      Karik ami nia ezijénsia sira ne’ebé hato’o la-iha konsiderasaun hosi orgaun de soberania sira, nune’e mós la-haktuir hosi membru UNTAS nian ne’ebé naran públika ona, mak iha semana ida ne’e nia laran, ami Movimentu Universitáriu ba Defeze Soberania RDTL, sei organiza Povo terus nain sira ne’ebé óras ne’e tama hela iha liña ida hanaran “Barisan Sakit Hati”… mai ho ami halo demonstrasaun hodi abaixu  no kombate sira ne’ebé naran tama ona iha lista UNTAS nia inklui sira nia elementu ne’ebé diskomfia hala’o hela mós missaun UNTAS nian iha Timor-Leste.

Viva Universitários de Timor-Leste
Viva O Povo de Timor-Leste
Viva República Democrática  de Timor-Leste
A Luta…..Continua
A Votoria…..Certa

Dili, 25 de Marsu 2011
Movimento Universitários da Defesa de Soverania da RDTL

Anti UNTAS

POZISAUN NO STATEMENTU

Conselho Senado Estudantil-UNTL


Relasiona ho samada ne’ebé fó sai hosi advogadu UNTAS nian iha media ho prazu loron 10, atu nune’e Conselho Senado Estudantil-UNTL atu husu diskulpa ba públiku no dada hikas deklarasaun ne’ebé mak ami hato’o ona ba orgaun soberania sira, advogadu UNTAS nian mós dehan ami uza kampus hodi halo polítika prátika, ne’e konsidera hanesan ameasa no retórika polítika hodi halo defeza ba nia kliente sira ne’ebé naran mensiona iha dokumentu UNTAS nian.

 Nune’e mós Sr. Julio Tomas Pinto nia komentariu dehan dokumentu ne’ebé públika sai nu’udar surat kalen ka sampah no kampaña murahan hodi husu CSE-UNTL atu aprezenta evidensia. Hanesan estudante Universitáriu hamriik hodi ezerse ami nia papel no funsaun ne’ebé legalmente eziste iha Universidade sira hotu iha Mundu. Presiza públiku atu hatene didiak katak, iha Universidade eziste funsaun importante tolu ka “Three Dharma Academic” hanesan:
·      Partisipa iha Ensino
·      Halo Peskiza no
·      Dedikasaun ba komunidade

Bazeia ba pontu ikus liu hosi Three Dharma Academic, sobre dedikasaun ba komunidade hanesan  responsabilidade moral ba Povo no nasaun ne’ebé ami assume hela, mak obriga ami atu ezerse issu ne’e ba ema hotu. Teoria hateten ona katak, “Sosiedade nasaun nian atu sai forte, mak klase mediu tenke forte” Universitáriu mós halo parte klase mediu sosiedade nian. nune’e mós konstituisaun RDTL artigu 480 no 490  fó garante ba sidadaun hotu-hotu atu hato’o petisaun no halo defeza ba soberania nasional. Ho pontu forte sira ne’e mak  ami CSE-UNTL hodi afirma ami nia pozisaun hanesan tuir mai ne’e:
  1. Hakarak apela ba públiku katak, asaun ne’ebé ami estudante Universitáriu foti la’os tanba interese polítika hanesan Sr. Julio Tomas Pinto no Sr. deputadu sira hateten, maibé tanba haree ba interese nasional hodi valoriza no dignifika sakfisiu luta ne’ebé Povo infrenta durante tinan 24 nia laran.
  2. CSE-UNTL kontinua konsidera UNTAS hanesan organizasaun polítika organizadu ka assosiasaun kriminozu, ne’ebé harii hosi milisia Pro-Autonomia sira iha Indonezia no nia atividade mai halo iha Timor-Leste. Tuir ami nia obserbasaun organizasaun nune’e kategoria tama iha trafiku influensia hodi halo traisaun ba Patria ne’ebé independente ona.
  3. Ami husu ba Advogadu UNTAS nian sira, atu la-bele matan lakan ho osan hodi lakon tiha imi nia nasionalízmu no patriotízmu, mai ami estudante UNTL la-iha osan atu selu advogadu, maibé ami sei bolu Povo tomak no sei fanun mós saudozu martires da pátria sira ne’ebé partisipa iha luta ba libertasaun nasional hodi sai ami nia Advogadu, tanba Povo mak koñese di’ak liu Sé loos mak sira ne’e? Defaktu Povo koñese nanis atetude ne’ebé sira prátika ona iha tempu passadu, no Povo hein hela wainhira loos mak bele iha justisa ho ema sira ne’e.
  4. Ami sei la-husu diskulpa ba públiku no ba Sé deit iha rai ida-ne’e, tanba ami la’os halo krime kontra nasaun ka forma organizasaun terorista hodi kontra nasaun,  maibé ami hakilar hodi defende Estadu direitu demokrátika no soberania nasional. Ezerse ami nia papel no funsaun nu’udar ajente kontrola no transformasaun sosial hodi divulga issu UNTAS nia ne’ebé óras ne’e espalla ona iha povo nia leet, hanesan amiasa boot ida ba estabilidade nasional.
  5. Ami sei la-dada hikas deklarasaun ne’ebé hato’o ona ba orgaun soberania sira, tanba issu UNTAS ne’ebé agora espalla ona nia fontes la’os mai hosi ami, nune’e mós la’os kulpa ami nian, ne’e hanesan kontribuisaun voluntáriu sosiedade akadémika nian atu orgaun de soberania sira ne’ebé iha kompeténsia polítika no legal bele tau atensaun ba issu ka buatus sira ne’ebé sei hamonu dignidade Estadu nian.
  6. Ezije ba Ministériu Públiku atu halo investigasaun mais profundu kona-ba ezistensia UNTAS no nia atividade atu halo sá-ida?, nune’e mós hodi hatene  nia fontes mai hosi ne’ebé?  no Sé los mak autór ba UNTAS nian iha Indonezia no iha Timor-Leste ?
  7. Karik ami nia ezijénsia ne’ebé hato’o ona kontra ami nia Estadu rasik, mak Conselho Senado Estudantil-UNTL hamutuk ho estudante tomak prontu atu bá hatan iha Tribunal no prontu mós atu bá toba iha prizaun Becora.

M  e  n  s  a  j  e  n
Iha opportunidade ida-ne’e, ami estudante UNTL ne’ebé mai hosi Povo kiik no kiak sira nia oan, atu afirma ami nia pozisaun no reafirma ba públiku liu hosi ami nia assosiasaun estudantil ne’ebé hanaran “Concelho Senado Estudantil-UNTL” katak, mai ita hamutuk hodi formula 2a luta da libertasaun nasional:
  • Liberta Povu hosi neo-kolonialismu no neo-imperialismu
  • Liberta Povu hosi manobrasaun ideoljia polítika rai liur nian
  • Liberta Povu hosi pendente ekonomika no
  • Liberta Povu hosi influensia UNTAS nian ne’ebé sei hamonu integridade no soberania Estadu nian.

nune’e ita bele kombate ema sira ne’ebé defaktu la-apoia independénsia rai ida-ne’e nian no ohin loron sira mak kontinua aproveita rezultadu hosi independénsia nian. Tempu to’o ona atu ita loke matan. Ba organizasaun Juventude rezistensia sira, Antigo Combatentes no Veteranos, Povo Timor-Leste tomak ne’ebé uluk rezisti iha luta inklui kompañeru Universitárius iha Universidade sira hotu iha teritóriu Timor-Leste  hader ona ba hodi ezijé no reklama ita nia direitu.

Karik durante ne’e ita boot sira mós akompaña hela problema UNTAS nian ne’ebé imi nia oan ami foti liu hosi asaun konferénsia hodi públika ona ba imi hotu. Presiza hatuur iha ita hotu nia konsiénsia no hatene didi’ak, organizasaun UNTAS ne’ebé harii iha Kupang-Indonésia. Organizasaun ne’e nia prezidente mak Eurico Guterres ne’e bé uluk hanesan komandante AITARAK nian iha Dili hodi oho ema no sunu uma iha trajédia 1999. UNTAS halo ona nia rede iha Timor-Leste liu hosi nia membru sira ne’ebé naran públika ona, sira nia intensaun mak atu instabiliza rai ida-ne’e hodi halo prolongamentu ba missaun ONU nian, nune’e mós atu lori hikas Timor-Leste ba dalan integrasaun ho Indonésia hanesan uluk.

Ho informasaun sira ne’e hotu, mak ami estudante UNTL liu hosi Conselo Senado Estudantil hakarak fanun hikas ita boot sira, atu mai hamutuk hodi kombate no abaixu rede UNTAS nian iha ita nia rain. Karik ita taka matan mak sei lakon ita nia soberania no independénsia ne’ebé ita sosa hodi ran ho ruin.

Ba Povo rezistensia sira keta toba dukur, keta hakruuk no keta nonok demais tanba ohin loron ita hotu tama ona iha liña ida ne’ebé hanaran      B a r i s a n     s a k i t     h a t i



Viva Universitários de Timor-Leste
Viva O Povo de Timor-Leste
Viva República Democrática de Timor - Leste
A Luta………Continua
A Vitoria……..Certa




Dili, 21 de Marsu 2011


Conselho Senado Estudantil-UNTL




Wednesday, 30 March 2011

Anti UNTAS


PETISAUN SENADU ESTUDANTE - UNTL

Petisaun de Estudante Nú. Ref. 03 / CSE-UNTL / II / 2011


I.       Introdusaun
Timor-Leste nu’udar Estadu de direitu no demokrátiku ne’ebé independente no soberanu hanesan konsagra ona iha Konstituisaun RDTL artigu 10  no artigu 20. Hanesan ita hatene ona katak, politikamente Timor-Leste proklama ona nia independénsia iha loron 28 fulan Novembru tinan 1975 no ikus mai konsege hetan rekoñese internasionalmente iha loron 20 fulan Maiu tinan 2002 no óras ne’e dadauk sai nu’udar membru ONU nian ba 191. Presiza hatuur iha ita hotu nia konsiénsia tanba vitória ida-ne’e  la’os tun rasik hosi lalehan mai, maibé durante tinan 24 liu hosi prosesu ida-ne’ebé difisil  no sakrifika Povo 200.000.........resin mak lakon sira nia vida inklui riku soin barak, tanba-deit hakarak livre hosi dominante rai seluk nian.

Situasaun ohin loron hatudu realidade no faktu bara-barak iha ita nia leet, tanba sidadaun eis Timorense ka Indonesia balun ne’ebé servisu iha orgaun Estadu RDTL nian la-iha nasionalizmu no patriotizmu, sira  komesa fila atu trai fali Povo nia Sobérania. Durante ami nia observasaun hanesan ejente kontrola no transformasaun sosial nota katak, iha infiltrasaun  polítika UNTAS  nian hahu’u tama ona iha ita nia rain.  liu-hosi 2o Kongerssu UNTAS nian ne’ebé hala’o ona iha POLDA-Kupang Indonésia loron 02 – 05 fulan dezembru tinan 2010 hodi autoriza  nia diplomata sira ne’ebé oras ne’e assume hela kargu hanesan Ministru, Deputadu no Diretór sira iha Timor-Leste ho sira nia polítika atu esforsu hodi kria instabilidade hodi halo prolongamentu ba missaun ONU nian no re-integra Timor-Leste ba Repúblika Indonésias hanesan uluk. Signifika katak, Povo nia moris sei la-hakmatek no dezemvolvimentu mós sei la haka’at ba oin.

II.    Ezijénsia
      Relasiona ho ezistensia polítika UNTAS nian ne’ebé  koñesidu ona iha ita nia rain, mak ami estudante Universitáriu liu-hosi Conselho Senado Estudantil-UNTL ne’ebé sai matan, tilun no ibun Povo nian hato’o ami nia ezijénsia hanesan tuir mai ne’e:
1.   Ami kontra polítika UNTAS nian ne’ebé dehan “Yes we will be back”...! To say Integration with Indonesia is good solution and forever, ne’e konsidera viola ezistensia estadu direitu demokrátika no Soberania Nasional, ne’ebé legalmente konsagra ona iha konstituisaun RDTL.
2.   Ami ezijé ba Sua-Ezelénsia Presidente da Repúblika hanesan símblu estadu nian hodi garante ba unidade nasional atu foti asaun imediata hasoru membru UNTAS nian ne’ebé hahu’u trai fali Soberanian Nasional.
3.   Ami ezijé ba Presidente Parlementu Nasional ho Primeiru Ministru atu espulsa UNTAS nia ema sira ne’ebé kaer hela kargu hanesan ministru, deputadu no, diretor tanba sira la-merese tan ona atu sai lideransa iha rai ida ne’e, razaun tanba sira la’os sidadaun Timorense.
4.   Ezijé ba Presidente Tribunal de Rekursu atu kondena ema sira ne’ebé viola ona konstituisaun RDTL.
5.   Ami mós ezijé ba Prokuradóra-Jeral da Repúblika no orgaun legal sira seluk atu hatun karta notifikasaun no lori ema ne’ebé servisu ba estadu no trai fali Soberania estadu nian ba julga iha Tribunal.
6.   Ami husu ba Autoridade F-FDTL nian atu halo vijilansia másimu, tanba iha ona informasaun balun katak, elementu UNTAS nian nain 50 mai hosi Indonesia mak óras ne’e passa ona iha rekrutamentu F-FDTL.
7.   Ami apela ba Veteranos no Antigu Kombatentes ba libertasaun nasional, atu matan moris neon nain hodi tau atensaun ba polítika UNTAS nian iha Timor-Leste, tanba sira sei potensializa ita boot sira hodi atinji sira nia objetivu.
8.   Informa mós ba Povo Timor-Leste tomak atu kaer metin nafatin independénsia no soberania nasional, atu la-bele monu ba manobrasaun polítika UNTAS nian ne’ebé sei hamonu dignidade estadu nian.

Karik ami nia ezijénsia sira ne’ebé mensiona iha leten la-iha nia resposta urjente, mak ami estudante universitáriu sei organiza povo tomak hodi halo demonstrasaun  hodi abaixu rede UNTAS nia iha Timor-Leste.
Viva Universitáriu de Timor-Leste..................
Viva Povo Timor-Leste..............
Viva RDTL..........

Dili, __ de Marsu 2011
Conselho Senado Estudantil-UNTL

1.   Romeo Verdial      :__________________           8. Abrão Saldanha                :__________________
2.   Carolino Marques            :__________________           9. Domingos Lopes                :__________________
3.   Rogerio Neves       :__________________           10. Deonisio da C. Guterres :__________________
4.   Evangelino Bello   :__________________           11. Domingos Freitas            :__________________
5.   Afonso Ramos       :__________________           12. Julião Parada                  :__________________


6.   Celestino Elloy      :__________________           13. Marta Miranda               :__________________
7.   Faustino Soares     :__________________           14. Tómas A. Amaral            :__________________

15.  _________________________________ :________________   
16.  _________________________________ :________________   
17.  _________________________________ :________________   
18.  _________________________________ :________________   
19.  _________________________________ :________________   
20.   _________________________________ :________________  
21.  _________________________________ :________________  
22.  _________________________________ :________________  





Petisaun ne’e sei hato’o ba:
1.      Presidente da República
2.      Presidente do Parlamento Nacional
3.      Primeiro Ministro RDTL
4.      Presidente do Tribunal de Recursu
5.      Procuradora-Geral da República
6.      Maijor-General F-FDTL
7.      Arquivo