SENAT KEMAHASISWAAN - UNTL
Petisi Mahasiwa
No. 05 / PM / CSE-UNTL / IX / 2011
A. Pendahuluan
Sejarah dan evolusi Republik Demokrat Timor – Leste menunjukan bahwa, Negara ini didirikan diatas darah dan tulang rakyat sendiri, melalui suatu proses perjuangan yang panjang dengan mengorbangkan lebih dari 200.000 rakyat yang kehilangan nyawa mereka termasuk semua kekayaan, dengan prinsip ingin membebaskan diri dari kekuasaan kolonialisme dan kedudukan secara tidak sah dari negeri lain. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang datang dengan misinya UNAMET guna menfasilitasi proses jajak pendapat pada tanggal 30 agustus tahun 1999, dan selanjutnya mendirikan pemerintahan transisi (UNTAET) untuk menyediakan, mempersiapkan dan menadministrasi guna mendirikan instituisi Negara RDTL hingga hari restorasi kemerdekaan tanggal 20 mei 2002. Kontribusi PBB dimasa lalu rakyat Timor – Leste selalu mangakui dalam sejarah Timor–Leste hingga generasi yang akan datang.
Seperti warga Negara, kami semua sedang menyaksikan misi PBB di negeri kami dan di Negara lain, walaupun beberapa kesuksesan PBB yang menkontribusi pada Negara kami, tetapi adapun kelalaian dan ketidak suksesan dalam hal keadilan dan keamanan. Kami kawatir, sebenarnya misi PBB di Timor – Leste telah berakhir pada tahun 2006 yang lalu, dan mengapa diperpanjang sampai sekarang?....mungkin ini karena skenario PBB sendiri untuk menciptakan manajemen konflik antara putera daerah, agar supaya para staf PBB bisa mendapat keuntungan dari proyek PBB itu sendiri. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan perpanjangan misi penjaga perdamaian PBB di Timor Leste, untuk satu tahun ke depan. Dengan demikian, misi yang disebut dengan United Nations Integrated Mission in Timor Leste (UNMIT) itu akan bertugas di Timor Leste hingga 26 Februari 2011. Perpanjangan mandat melalui Resolusi No. 1912 (2010) itu diputuskan dengan suara bulat oleh 15 anggota Negara Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, dengan tujuan untuk memajukan perdamaian, stabilitas dan pembangunan di Timor Leste.
namun pada kenyataannya UNMIT mengimpor amunisi secara illegal ke Timor – Leste tanpa pengetahuan otoritas Negara RDTL, artinya bahwa UNMIT telah melangar existensi PBB yang telah tercantum dalam pasal 1 piagam PBB, disingkat “to maintain international peace and security”
Tujuan utama PBB adalah sebagai berikut:
a. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
b. Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan penghargaan atas persamaan hak dan penentuan nasib sendiri
c. Menciptakan kerjasama internasional dalam menyelesaikan persoalan- persoalan internasional di lapangan ekonomi, social dan kebudayaan
d. Menjadikan PBB sebagai pusat bagi penyelarasan segala tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan.
Situasi di Timor-Leste mununjukan bahwa UNMIT telah menimbulkan polemik dalam kehipuan masyarakat, contoh ini mirip seperti di negara negara somalia, irak dan Kosovo, yang sampai kini misi PBB belum berakhir, dan para staf PBB memamfaatkan misi ini sebagai proyek. Pengalaman seperti ini kami menolak untuk terjadi di Negara kami, seperti krisis politik dan militer tahun 2006 di Timor-Leste yang melibatkan beberapa staf PBB.
A. Tuntutan
Berhubungan dengan pengimporan amunisi secara illegal ke Timor-Leste, maka kami para mahasiswa Timor-Leste mengkawatirkan, sebab ini akan mengancam kedaulatan dan stabilitas nasional, dengan demikian kami mengambil sikap dengan menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
1. Kami menuntut kepada UNMIT untuk menjelaskan tujuan mengimpor amunisi ke Timor-Leste, apakah ini untuk menciptakan konflik guna memperpanjang Misi PBB di Timor-Leste, atau ada tujuan lain.
2. Kami minta kepada dewan keamanan PBB di New York untuk meninjau kembali misi PBB di Timor-Leste yang memberi kontribusi pada konflik krisis 2006. jika UNMIT tidak ingin menkontribusi pada keamanan dan pembangunan nasional, maka dewan keamanan bisa mengabil keputusan guna segera mengakhiri misi PBB di negeri kami, sebab misi PBB di Timor-Leste tidak kondusif lagi dengan situasi sekarang.
3. Minta kepada staf PBB lokal (Timorense), untuk memperkuat nasionalisme kita sebagai putera daerah, memdirikan pertahanan kita terhadap skenario politik UNMIT yang bermaksud untuk meninstabilitaskan Timor-Leste guna tetap menunduk ke PBB.
4. Meminta kepada bapak Perdana Menteri selaku menteri Pertahanan dan Keamanan untuk menunjukan fakta amunisi dua kontainer yang di impor oleh UNMIT, agar tidak menimbulkan rasa trauma ditengah masyarakat.
5. Kepada institusi F-FDTL dan PNTL serta seluruh rakyat Timor-Leste untuk mengadakan pengontrolan dengan maksimal untuk mengantisipasi aksi aksi yang mungkin akan terjadi dan mengancam kedaulatan Negara Timor-leste.
6. Kepada bapak Presiden Republik Timor-Leste, sebagai kepala Negara dan simbol persatuan nasional agar jangan menutup kelalaian UNMIT kepada publik. Begitu pula Parlamen Nasional untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap amunisi tersebut.
7. Ketika tuntutan kami tidak ada jawaban yang jelas, maka dalam jangka waktu singkat (3 hari) kami akan mengerakkan semua rakyat untuk melakukan aksi secara besar besaran dan meminta kepada dewan keamanan PBB di New York untuk mengakhiri misi UNMIT di Timor-Leste.
Hidup Republik Demokrat Timor-Leste
Hidup Rakyat Timor-Leste
Hidup Mahasiswa Timor-Leste
Dili, 19 September 2011
Dewan Senat Kemahasiwaan-UNTL
No. Nama Fakultas Tanda tangan
1 Romeo Verdial
2 Rogerio Neves
3 Abrão Saldanha
4 Afonso C. Ramos
5 Damião Pereira
6 Carolino Marqures
Petisi ini akan disampaikan kepada:
1. Presiden RDTL
2. Perdana Menteri RDTL
3. Parlamen Nasional Timor-Leste
4. UNMIT
5. Semua Duta Besar di Timor-Leste
6. Arsip